Buntut Keputusan Kontroversial Wasit Terhadap Ginting di Hong Kong Open, PBSI Ajukan Protes ke BWF

Pihak Indonesia sepertinya tidak tinggal diam terhadap keputusan kontroversial wasit pada pertandingan final tunggal putra Hong Kong Open 2019 yang mempertemukan Anthony Sinisuka Ginting menghadapi Lee Cheuk Yiu beberapa waktu lalu.

Melalui Pengurus Pusat PBSI, protes pun disampaikan kepada pihak Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF. Hal ini disampaikan melalui surat elektronik yang dikirimkan Kepala Subbidang Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto.

”Intinya kami meminta (BWF, Red) untuk melihat ulang videonya,” ungkap Bambang Roedy yang saat ini sedang berada di Jepang.

”Di sini (Jepang, Red) pertandingan itu juga jadi pembahasan. Ada wasit yang setuju dan tidak setuju. Jujur saja, itu grey area. Memang bisa diperdebatkan. Sebab mata kamu dan mata saya berbeda. Karena memang kejadiannya cepat. Tetapi tetap saja saya protes dan ngomong. Saya harus ngomong bahwa keputusan wasit itu salah,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui umpire asal Jerman Joerg Hupertz menilai Ginting melakukan kesalahan saat menyabet shuttlecock di depan net. Situasi itu terjadi dalam kedudukan 21-20 yang membuat Ginting sempat melayangkan protes. Namun sang wasit bergeming.

“Tentunya saya sangat kecewa, marah dan merasa keputusan wasit tidak fair. Ini terjadi di poin kritis dan saya merasa tidak ada yang salah. Tapi namanya permainan, saya harus bisa menerima, ada yang menang dan ada yang kalah,” beber Anthony usai pertandingan sebagaimana dikutip dari badmintonindonesia.org.

Ginting mengaku dirinya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi laga ini. Ia tahu lawannya akan tampil dengan kepercayaan diri yang tinggi karena akan mendapat dukungan dari publik tuan rumah. Namun perubahan cara bermain dan kondisi angina membuat situasi menjadi berbeda.

“Saya sudah mempersiapkan diri dengan baik, saya tahu Lee akan bermain dengan percaya diri di depan publiknya sendiri. Waktu di game kedua itu memang ada perubahan cara main karena kondisi angin,” lanjut Anthony.

Menurut Anthony dirinya berusaha bangkit di set ketiga setelah kalah telak di game kedua. Namun upaya maksimal yang dilakukan tak sesuai harapan.

“Di game ketiga saat ketinggalan, saya ingat di babak sebelumnya saya pernah begini dan bisa menang, lalu saya semangat lagi dan bisa menyusul. Tapi akhirnya seperti ini. Saya kurang beruntung,” lanjutnya.

Selain Ginting yang gagal menjadi juara, nasib serupa dialami pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang takluk dari Choi Solgyu/Seo Seung Jae asal Korea Selatan dengan skor 21-13, 13-21, 12-21.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *