Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil mengalahkan ganda putra Chinese Taipei, Chang Ko-Chi/Po Li-Wei melalui pertarungan tiga gim, 13-21, 21-9 dan 21-14 pada babak kedua gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2023, Kamis (26/1), di Istora Senayan Jakarta. (Foto : Humas PP PBSI)

Fajar/Rian Catatkan Kemenangan di 16 Besar Indonesia Masters 2025

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melaju ke 16 besar turnamen bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2025.

Dalam laga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025) ganda putra ranking empat dunia itu meraih kemenangan di babak pertama menghadapi pasangan Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard dengan skor 13-21, 21-19, 21-11.

Pada laga ini juara Daihatsu Indonesia Masters 2022 itu mengaku masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Ganda putra berakronim FajRi itu banyak membuang kesempatan di awal laga sehingga harus tertinggal.

Juara All England 2024 itu mampu memaksa laga berlanjut ke gim penentuan seusai mengubah gaya bermain lebih menyerang. Setelah mendapatkan momentum, Fajar/Rian akhirnya mampu menutup laga dengan kemenangan dalam tempo 54 menit.

“Pada laga ini lawan bermain dengan sangat baik. Kami malah membuat banyak kesalahan sendiri. Sepanjang pertandingan kami mencoba untuk mencari pola permainan yang pas. Kami mencoba terus menyerang untuk bisa bermain lebih baik lagi pada gim kedua dan ketiga,” ujar Rian melansir situs resmi PBSI.

“Kami mencoba mempercepat tempo permainan. Saat kami lebih banyak menunggu serangan di gim pertama, kami mempercepat tempo dan akhirnya pada gim ketiga mampu mengembalikan kedudukan,” Fajar menambahkan.

Dengan kemenangan ini, Fajar/Rian akan berhadapan dengan wakil Malaysia, Low Hang Yee/Eng Cheong Ng yang pada laga sebelumnya mengalahkan wakil tuan rumah, Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Menghadapi babak 16 besar turnamen BWF Super 500, peraih medali perak Asian Games 2018 itu bertekad untuk bisa memperbaiki penampilan agar bisa mewujudkan target meraih gelar juara di hadapan publik Istora Senayan.

“Diandalkan jadi juara itu merupakan tantangan dan motivasi buat kami. Kami juga sudah lama tidak menjadi juara. Semoga dengan gelar juara di turnamen BWF Super 500 ini bisa menjawab tantangan dari pengurus,” ungkap Fajar.

Kegemilangan Fajar/Rian tidak diikuti Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Rahmat/Yeremia terhenti langkahnya di 32 besar seusai menyerah dari wakil Malaysia, Low Hang Yee/Eng Cheong Ng dengan skor 14-21, 21-19, 18-21. Adapun Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil China, Xie Hao Nan/Zeng Wei Han lewat pertarungan rubber game 21-15, 15-21, 16-21.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *