Ni Ketut Mahadewi Naik Meja Operasi

Pebulutangkis spesialis ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani menjalani operasi penyembuhan cedera pada kedua lututnya. Operasi berlangsung kemarin, Kamis (2/7) di RS Medistra, Jakarta.

Dituturkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti, cedera yang dialami Ketut tidak tergolong parah dan diharapkan bisa pulih dalam waktu dua bulan.

“Operasi yang dijalani Ketut tidak termasuk operasi besar, ada peradangan di lutut yang harus dibersihkan. Problemnya karena ada peradangan, dibersihkan supaya tidak ada keluhan lagi ke depannya,” beber Susy seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Susy mengatakan masalah yang dialani Ketut baru terasa saat menjalani laga berat. Sementara itu saat latihan, Ketut tidak merasakan adanya masalah.

“Kalau di latihan tidak ada kendala, Ketut bisa latihan seperti biasa. Tapi begitu main yang berat baru terasa, nanti sembuh lagi dan kambuh lagi. Kebetulan sekarang kan lagi nggak ada turnamen, jadi ada waktu untuk operasi dan recovery,” sambungnya.

Ketut kini fokus pada pemulihan pasca operasi. Wabah Covid-19 membuat turnamen bulutangkis ditiadakan untuk sementara waktu, waktu kosong ini dimanfaatkan Ketut untuk memaksimalkan proses penyembuhan kedua lututnya.

“Memang bukan operasi besar, kalau dibilang parah banget sih nggak juga, karena saya masih bisa jalan. Tapi mumpung sekarang ada waktu kosong, jadi diputuskan untuk operasi,” tandas Ketut.

Lebih lanjut Ketut mengatakan untuk proses pemulihan tergantung pada dirinya. Ia harus rajin terapi selama dua bulan agar bisa cepat pulih.

“Untuk¬†recovery-nya tergantung dari saya juga, kalau bisa menjaga dan rajin terapi bisa sekitar dua bulan,” sambungnya.

Ketut menceritakan betapa takutnya ia jelang operasi, karena ini adalah pengalaman pertama baginya memasuki ruang operasi. Karena situasi pandemi, Ketut juga tidak bisa ditemani keluarganya dan hanya didampingi tim dari PBSI.

Namun Ketut bersyukur teman-teman sesama atlet memberikan banyak dukungan kepadanya.

“Pasti takut banget, baru pertama kali masuk kamar operasi. Saya berharap sih ini pertama dan terakhir kalinya dioperasi. Masih terbayang rasanya dianestesi setengah badan. Tapi saya bersyukur dan berterima kasih banyak dukungan dari PBSI dan teman-teman saya,” pungkas Ketut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *